Media SosialVideo MarketingYoutube

Tips Mengawali Karir Menjadi Vlogger

Tahukah Anda bahwa 44% pengguna internet di seluruh dunia menonton vlog setiap bulannya? Hal itu tentu tidak lepas dari menjamurnya para vlogger.

Tingginya peminat konten audio-visual inilah yang menjadikan vlogger sebagai pekerjaan yang sangat menarik. Baik dari segi popularitas, fleksibilitas, dan pastinya penghasilan.

Bagi Anda yang berencana atau baru mulai berkecimpung di dunia vlogging, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Related Articles

Misalnya, memahami apa itu vlogger, seperti apa pekerjaannya, serta tips menjadi vlogger.

Semuanya dapat Anda temukan di artikel ini. Jadi, mari bersiap menjadi vlogger!

1. Pahami Dasar Vlogging

Sebagai pemula yang terjun ke dunia vlogging, tentunya Anda harus tahu dulu cara membuat vlog. Eits, “cara” yang dimaksud bukan hanya merekam, mengedit, dan mengupload saja. Namun terdapat beberapa hal krusial cara membuat tentang video blog yang harus dipahami, seperti:

Platform vlog: YouTube, TikTok, Website.
Niche vlog: kuliner, lifestyle, beauty, healthy, hiburan, dll.
Tujuan vlog: edukasi, hiburan, inspirasi, dll.

Selain itu, Anda juga harus menemukan ciri khas, optimasi, hingga menganalisa dan mengembangkan channel Anda.

2. Siapkan Alat Tempur Vlogger

Yang dimaksud “alat tempur” di sini adalah perlengkapan yang wajib Anda miliki. Di kehidupan yang modern ini, hampir dipastikan Anda sudah familiar deh sama alat-alat yang dibutuhkan.

Nah, berikut peralatan yang harus Anda persiapkan:

Kamera

Sebaiknya hindari menggunakan kamera ponsel dengan piksel yang terlalu rendah. Karena video Anda akan ditonton oleh orang banyak, jadi gunakan kamera dengan kualitas hasil video yang memadai.

Saat ini sudah banyak ponsel dengan spesifikasi mumpuni untuk mengambil video bahkan mengeditnya. Walau ringkas, ponsel biasanya tidak memiliki fitur terlalu banyak dan kompleks seperti kamera.

Tidak perlu kamera DSLR, kok. Untuk permulaan, Anda dapat menggunakan kamera kecil yang mudah dibawa kemana-mana.

Saat ini sudah banyak hand camera dengan fitur mumpuni. Misalnya, penstabil video, mirrorless, bahkan lensa bongkar pasang yang memungkinkan Anda mengambil video dengan lensa lain.

Untuk harganya sangat bervariasi tergantung fitur yang ditawarkan. Namun untuk kebutuhan pemula, hand camera sudah bisa didapat dengan kisaran harga 5 hingga 10 juta rupiah.

Sama halnya dengan ponsel yang sanggup vlogging, harganya pun relatif semahal kamera.

Tripod

Bayangkan kalau Anda menonton video yang tidak stabil alias goyang-goyang. Pasti bikin pusing, kan Ya, sama saja dengan viewers Anda. Alat yang satu ini wajib sekali dimiliki oleh seorang vlogger. Tripod berguna agar Anda dapat men-setting angle pengambilan video dengan lebih leluasa.

Saat ini tripod juga sudah bervariasi bentuknya. Ada yang panjang untuk mengambil video lebih luas. Ada juga yang pendek dan bisa Anda bawa kemana-mana.

Bahkan sekarang sudah ada tripod khusus vlogger yang berfungsi menstabilkan pengambilan video. Jadi, meski Anda nge-vlog sambil beraktifitas, tetap akan menghasilkan kualitas video yang baik.

Harganya pun lumayan terjangkau. Mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah saja.

Microphone Eksternal

Karena video Anda akan berupa audio visual, maka suara juga memainkan peranan penting. Saat vlogging, kamera memang sekaligus merekam suara juga. Namun, jangkauan merekam suara kamera biasanya terbatas. Bisa jadi suara Anda terdengar sangat jauh atau bahkan kalah dengan suara lain yang lebih dekat dengan kamera. Untuk itu, Anda bisa menggunakan microphone eksternal untuk vlogging.

Microphone ini biasanya telah dapat dihubungkan dengan kabel ke kamera, lalu Anda dapat memasang kepala mic ke arah Anda saat berbicara. Ya, sama saja seperti bicara dengan menggunakan headset.

Lighting

Sebagus apapun kamera Anda, hasil video akan lebih baik jika menggunakan bantuan lighting. Karena kamera butuh pencahayaan yang baik dan terang untuk menghasilkan video yang berkualitas.

Alasan lain mengapa Anda membutuhkan lighting yaitu sinar alami dapat berubah-ubah. Misalnya, cahaya matahari yang terang bisa saja tertutup awan mendung.

Namun, ada baiknya Anda memberikan kualitas video yang enak dilihat untuk viewers. Untuk pemula, dapat mengandalkan ring light untuk lighting yang instan. Hasilnya pun sudah cukup untuk menambah kualitas video. Karena lampu menyorot dari sekitar kamera langsung wajah ke Anda. Harganya hanya berkisar ratusan ribu rupiah. Sangat worth it untuk vlogging yang lebih maksimal.

Teleprompter (optional)

Penasaran kenapa pembawa acara berita dapat berbicara secara lancar saat live tv? Itu karena bantuan teleprompter. Teleprompter adalah alat bantu baca agar dapat berbicara lisan secara lancar tanpa terlihat seperti tidak membaca. Dahulu, teleprompter bentuknya sangat besar dan mahal. Karena sering digunakan oleh pembawa berita acara yang membaca jarak jauh.

Namun untuk kebutuhan vlogging, teleprompter pun semakin canggih. Anda bisa menggunakan ponsel yang berisi teks video. Nantinya teks akan dipantulkan melalui cermin 45 derajat sehingga Anda bisa membacanya. Biasanya vlogger yang menggunakan teleprompter memiliki konsep seperti podcast, interview, storytelling, dll. Dan juga, alat ini biasa digunakan untuk YouTube channel yang sudah besar.

Nah, untuk mengawali karir menjadi vlogger, teleprompter ini bersifat optional, kok. Anda dapat menggunakan device yang biasa Anda pakai untuk membaca. Misalnya, laptop, ponsel, tablet, dll.

Laptop

Mungkin sebagian besar dari kita sudah memiliki alat yang satu ini, nah gunakan laptop atau komputer Anda, ya.

Laptop akan berguna untuk banyak hal. Mulai dari penjadwalan konten, membuat skrip video, mengedit video, hingga menguploadnya ke YouTube channel Anda.

Tidak ada ketentuan laptop khusus kok, gunakan saja yang ada ya.

Aplikasi Editing Video

Terakhir, alat yang harus Anda persiapkan adalah aplikasi editing video. Aplikasi ini dapat membantu Anda Anda melakukan beberapa editing video dasar, seperti cut, merger, mengisi subtitle, menambah lagu, rendering, dll. Apalagi sekarang ini sudah banyak sekali aplikasi editing video yang user-friendly. Pilihannya pun juga sangat beragam, ada yang gratis, berbayar, ada pula editing video secara online.

3. Dalami Niche Konten

Saat sudah menentukan niche channel atau topik yang ingin Anda bahas, maka sebisa mungkin jadilah yang paling tahu. Sebagai contoh, niche yang Anda pilih adalah review gadget. Berarti yang harus Anda lakukan adalah riset mendalam dan belajar sebanyak-banyaknya tentang hal tersebut. Misalnya, tipe-tipe gadget, spesifikasi gadget, dll.

Anda juga harus up to date dengan isu-isu krusial atau hal-hal penting tentang niche tersebut. Seperti teknologi gadget terbaru, merek gadget yang terbaru, dll.

Hal ini sangat berguna saat Anda menulis skrip konten berkualitas. Karena memahami betul tentang niche atau topik, maka Anda dapat merangkai kata-kata yang informatif dalam skrip video Anda.

Sebisa mungkin tulis skrip video yang terstruktur dan memiliki alur. Misalnya, dengan kalimat pembuka yang berisi sapaan, informasi atau isi konten, hingga penutup. Ya, seperti tulisan saja.

Jangan sampai informasi yang Anda berikan salah, ya. Akibatnya fatal, lho. Bisa jadi Anda kehilangan viewers atau bahkan menimbulkan kontroversi.

4. Latihan Berbicara di Depan Kamera

Mengawali karir menjadi vlogger berarti harus fasih bicara di depan kamera. Untuk itu, sebaiknya Anda mempelajari komunikasi dan public speaking yang baik.

Tidak perlu belajar secara mendalam sampai membuang waktu, kok. Yang harus Anda perhatikan adalah intonasi suara, kecepatan berbicara, mimik wajah, dll.

Saat pertama kali take video, mungkin akan terasa sedikit canggung. Maka, cobalah berlatih di depan cermin. Dengan cara ini, Anda dapat melatih gaya bicara seperti apa yang cocok Anda gunakan.

Selain itu, Anda juga bisa latihan take video agar lebih terbiasa di depan kamera. Namun jangan khawatir, kemampuan berbicara Anda akan meningkat sesuai dengan jam terbang.

5. Pelajari Strategi Marketing

Tidak ingin kan kalau vlog sepi penonton? Salah satu yang wajib Anda lakukan adalah mempelajari strategi marketing.

Tujuannya, agar vlog Anda dapat menarik lebih banyak viewers. Bukan hanya dari channel YouTube. Sehingga kemungkinan jumlah viewers Anda juga meningkat. Setidaknya, ada tiga jenis marketing yang harus Anda pahami, yaitu:

Social Media Marketing. Memanfaatkan media sosial lainnya untuk mempromosikan vlog. Caranya dapat dengan menautkan link langsung ke channel Anda;

Content Marketing. Membuat dan mengupload konten vlog secara konsisten dengan niche yang relevan. Tujuannya, agar viewers menjadi subscriber dan menonton video Anda sampai habis (beserta iklannya);

Video Marketing. Vlog yang bertujuan untuk marketing dan menarik viewers menjadi pembeli. Biasanya dilakukan saat ada endorsement. Misalnya, format video review, unboxing, talkshow, dll.

Ketiga jenis marketing diatas dapat Anda pelajari seiring berjalannya waktu. Nah, yang paling penting adalah mempromosikan vlog dengan efektif. Jadi, Anda bisa mendapatkan uang dari vlog!

6. Buat Vlog yang Berkualitas

Vlog yang berkualitas bukan hanya skrip yang informatif, kamera yang canggih, gambar yang bersih, dan lancar berbicara di depan kamera saja. Keseluruhan video Anda akan enak ditonton dengan teknik pengambilan video dan editing yang baik. Tenang, berikut beberapa tips pengambilan vlog dan editing yang bisa Anda coba:

Perhatikan pencahayaan;
Perhatikan sudut pengambilan video;
Tentukan sinematografi yang Anda inginkan;
Gunakan software atau aplikasi edit video yang user-friendly;
Tentukan tone dan gaya thumbnail;
Perhatikan durasi video;
Atur komposisi opening, isi, efek (musik, timelapse, efek suara, dll), dan closing.

7. Pelajari Platform YouTube

Jika Anda menggunakan YouTube sebagai channel vlogging, maka Anda juga harus mempelajari tentang platform tersebut. Tujuannya, agar performa channel lebih maksimal dan dapat ditonton banyak orang.

Khusus untuk YouTube sendiri, ada dua hal yang harus Anda perhatikan.

Pertama, YouTube Analytics. Alat untuk mengukur performa channel dan vlog Anda di YouTube.

Biasanya terangkum dalam bentuk grafik, di sana Anda dapat melihat peningkatan atau penurunan viewers tiap video. Data yang ada juga bisa digunakan sebagai pertimbangan video mana yang lebih banyak peminat, dll.

Kedua, Algoritma Youtube. Sistem penyajian video yang menyesuaikan minat penonton secara real time.

Biasanya Anda dapat mengoptimasi video dengan memperhatikan beberapa detail. Misalnya, hashtag, metadata, judul, thumbnails, dll.

Dari YouTube sendiri sudah menyediakan situs Akademi Kreator YouTube di mana Anda dapat mempelajari platform tersebut secara lebih lanjut.

8. Kembangkan Vlog Via Website

Google masih menjadi jalur utama untuk mencari suatu informasi. Nah, kesempatan ini dapat Anda gunakan untuk menjaring viewers melalui pencarian Google.

Caranya adalah dengan membuat website. Belum banyak yang mempraktikkan hal ini. Padahal cara ini sangat mudah dan dapat mendatangkan viewers lebih banyak. Anda dapat menampilkan video blog Anda di website dengan cara menautkan link ke platform YouTube secara otomatis. Atau bisa juga memasang embed YouTube di website. Sehingga pengunjung dapat langsung menonton vlog Anda dari blog.

Apalagi jika Anda lengkapi dengan konten blog dan maksimalkan dengan SEO. Ranking website meningkat, traffic pun melimpah, dan viewers datang bukan hanya dari satu platform.

Back to top button